![]() |
Foto UP45 |
Pemimpin merupakan seseorang yang menjadi panutan yan
cenderung menjadi titik pusat perhatian orang banyak untuk selalu ditaati.
Sebagai seorang pemimpin, seharusnya memiliki sifat kepemimpinan yang baik,
peduli, tegas, tangguh, dan bertanggung jawab sehingga bisa menjadi suri
tauladan bagi orang yang dipimpinnya. Kita tahu
bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam proses
mempengaruhi orang yang dipimpinnya untuk melakukan suatu hal. Dalam proses
mempengaruhi tersebut, karakter pemimpin sangat menentukan baik tidaknya hal
yang harus dilakukan tersebut. Apabila pemimpin tersebut memiliki karakter yang
baik, maka pemimpin tersebut akan cenderung memberikan suri tauladan yang baik
pula. Begitu juga sebaliknya, apabila pemimpin tersebut memiliki karakter yang
buruk, maka pemimpin tersebut akan cenderung membawa dampak negatif bagi orang
yang dipimpinnya.
Josephson Institute (2013) mengatakan
bahwa : “Anak-anak akan menilai
Anda bukan dengan apa yang Anda katakan tetapi apa yang Anda lakukan dan apa
yang Anda mengizinkan mereka lakukan. Mereka akan menilai Anda tidak oleh momen
terbaik Anda, tetapi dengan tindakan terburuk terakhir Anda . Dengan demikian ,
semua yang Anda katakan dan lakukan , dan semua yang Anda memungkinkan untuk
dikatakan dan dilakukan di hadapan Anda , baik memperkuat atau melemahkan
kredibilitas pesan Anda tentang pentingnya karakter yang baik”.
Pemuda merupakan salah satu harapan bangsa yang dapat
memimpin negara ini dengan baik. Pemuda yang menjadi seorang pemimpin tentu
harus memiliki karakter yang baik. Kenyataan yang ada, tak sedikit pemuda
harapan bangsa masih belum memiliki karakter yang baik yang mencerminkan
potensi jiwa kepemimpinannya. Padahal, sudah selayaknya seorang pemuda harus
memiliki hal tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah sebaiknya pemuda mulai
melatih dirinya untuk dapat membentuk karakter yang mencerminkan jiwa
kepemimpinan yang baik. Strateginya adalah dengan mengikuti program IAYP atau International Award for Young People.
Seperti yang telah diterapkan di salah satu universitas swasta, yaitu
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta terbukti telah berhasil membuat para
mahasiswa antusias mengikuti program IAYP tersebut.
IAYP (International Award for Young People) merupakan program
award bertaraf internasional yang ditujukan untuk anak-anak muda yang berusia
14-25 tahun, yang mana IAYP ini telah diterapkan di Inggris. IAYP berdiri pada
tahun 1956 dengan HRH The Duke of Edinburg (Belgutay,
2012) yang dipelopori oleh Pangeran Philip (suami dari Ratu Elizabeth
II) dan Kurt Hahn. Kurt
Hahn adalah seorang pendidik berkebangsaan Jerman dan pendiri IAYP (Infed,
2012). Di negara Inggris, sebuah organisasi yang bernama The United
Learning Trust telah menerbitkan
hasil survey yang melibatkan 29 penghargaan. danPada hasil survey tersebut, The
United Learning menempatkan penghargaan The Duke of Edinburg atau IAYP pada peringkat pertama (DoE, nn).
Program IAYP ini sendiri terdiri dari tiga tingkatan
yaitu perunggu, perak, dan emas. Jangka waktu untuk menyelesaikan setiap
tahapan yakni tiga bulan untuk level perunggu, enam bulan di level perak dan
emas dijalani selama satu tahun. Untuk level perunggu, mahasiswa harus
melakukan tiga kegiatan (olah raga, ketrampilan, dan pelayanan masyarakat) sekaligus
dalam seminggu minimal 60 menit. Tiga kegiatan itu dilakukan di kampus
masing-masing peserta IAYP selama 24 minggu tanpa boleh terputus. Apabila
terputus, maka mahasiswa harus mengulangi kegiatan mulai dari awal. Pada
tingkat universitas, pelaksanaan kegiatan IAYP ini lebih fleksibel daripada
tingkat SMA, sehingga tingkat kecurangannya juga tinggi. Mahasiswa yang
benar-benar mengikuti kegiatan IAYP dengan sepenuh hati, ternyata karakternya
terbentuk menjadi jujur, disiplin mengelola waktu, tabah, kreatif, dan peduli
pada sesama. Itulah kriteria seorang pemimpin yang sangat dibutuhkan oleh
bangsa.
Selain dapat membentuk karakter, manfaat lain yang bisa diperoleh mahasiswa
dengan mengikuti kegiatan IAYP adalah ia akan lebih percaya diri. Dalam hal
ini, mahasiswa bisa mempunyai bekal lebih banyak, tidak hanya ijazah S1 saja.
Selain itu, dengan mengikuti kegiatan IAYP, mahasiswa bisa memperluas
pergaulan, tidak hanya dengan teman satu fakultas saja. Imbas dari relasi
sosial yang luas akan memperlancar proses meraih masa depan yang lebih
bervariasi. Poin tambahan yang tidak kalah pentingnya dari IAYP adalah
statusnya yang merupakan pendidikan karakter tingkat dunia. Sertifikat yang
diterima oleh mahasiswa bisa digunakan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan.
Ini dikarenakan sertifikat IAYP tersebut bertaraf internasional. Hal itu dapat
menjadi nilai tambah bagi mahasiswa saat melamar beasiswa.
DAFTAR PUSTAKA :
Belgutay, J. (2012). Why paper qualifications are no longer
enough. Retrieved on June 15, 2014
from:
DoE.
(nn). Putting it all in perspective: The
value of the DofE to employers. The Duke of Edinburg’s Award. Retrieved on
June 15,
2014 from :
Infed (2012). Kurt Hahn. Retrieved on June 15, 2014 from
:
http://www.infed.org/thinkers/et-hahn.htm
Josephson
Institute. (2013). Parenting to build character. Retrieved on June 15,
2014 from:
Tulisan ini di kutip dari Paper karya Sulfi Amalia dan Juni Wulan Ningsih, yang
dipresentasikan di Call for Paper UMS
dipresentasikan di Call for Paper UMS
jiwa kepemimpinan itu ppenting.
BalasHapusPerkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)